APA ITU ASD (AUTISM SPECTRUM DISORDER)?

ASD adalah gangguan neurologi dan perkembangan yang menyebabkan terganggunya fungsi sosial, komunikasi dan prilaku secara signifikan pada anak. Gangguan ini telah terjadi sejak anak di dalam kandungan ibu.

Penemu Istilah Autisme

Leo Kanner (1894–1981) adalah seorang psikiater dan dokter kelahiran Austria-Amerika yang dikenal sebagai “Bapak Psikiatri Anak”. Ia adalah orang pertama yang secara resmi mengidentifikasi dan mendeskripsikan autisme pada anak-anak sebagai gangguan yang unik.

Penemu Autisme Infantil: Pada tahun 1943, ia menerbitkan makalah penting berjudul “Autistic Disturbances of Affective Contact”, di mana ia mengidentifikasi 11 anak dengan perilaku spesifik. Kondisi ini sebelumnya dikenal sebagai autisme infantil dini dan sekarang dikenal sebagai sindrom Kanner atau bagian dari spektrum autisme.

Dari kesebelas anak tersebut Kanner menemukan kesamaan perilaku mereka dan membantu membuat autisme (istilah yang telah ada sebagai salah satu gejala pada pasien skizofrenia) terlihat sebagai sindrom klinis baru.

Kesebelas anak-anak tersebut menunjukkan bahwa:

  1. Mudah terpesona dengan benda-benda tapi acuh pada manusia.
  2. Mengalami kesulitan makan pada masa bayi.
  3. Bereaksi takut pada suara keras.
  4. Lebih menyukai rutinitas yang kaku dan berulang.

Profesional Penanganan ASD yang Digunakan di Dunia

Profesional yang paling memenuhi syarat untuk mendiagnosis anak-anak dengan autisme adalah para profesional yang memiliki pengalaman paling banyak dalam melakukannya, dan para profesional tersebut mungkin memiliki beragam gelar. Berikut profesional yang berkapasitas melakukan diagnosis ASD:

  1. Dokter Anak Perkembangan (Developmental Pediatrician)
  2. Ahli Saraf Anak (Pediatrician Neurologist)
  3. Psikolog Anak (Child Psychologist)
  4. Psikiater Anak (Child Psychiatrist)

Jenis-jenis Terapi ASD di Dunia

Terdapat berbagai jenis terapi yang umumnya digunakan untuk menangani kasus ASD di dunia:

  1. Terapi Okupasi
  2. Terapi Sensori Integrasi
  3. Fisio Terapi
  4. Terapi Wicara
  5. Applied Behavior Analysis
  6. Assistive Technology
  7. Floortime

Mengenal 8 Sistem Sensori Manusia

Seperti yang kita ketahui ada 5 panca indera atau 5 sensori dasar yang sangat umum kita dengar, yaitu:

  1. Visual (Penglihatan)
  2. Auditory (Pendengaran)
  3. Olfactory/Smell System (Penciuman/bau)
  4. Gustatory/Taste System (Gustatori/rasa)
  5. Tactile System (Taktil/Peraba)

Jika sistem sensori manusia ada 8, maka apa 3 sistem sensori lainnya?

3 Sistem sensori lainnya adalah:

  1. Vestibular : Sistem vestibular berkontribusi pada keseimbangan dan orientasi dalam ruang. Ini adalah sistem terdepan yang memberi tahu kita tentang pergerakan dan posisi kepala relatif terhadap gravitasi.
  2. Proprioseptif : Proprioseptif memberi kita perasaan tentang posisi relatif bagian tubuh yang berdekatan dan upaya yang digunakan untuk menggerakkan bagian tubuh.
  3. Interosepsi : Interosepsi adalah sensori internal yang memberikan perasaan tentang apa yang dirasakan organ internal kita. Lapar dan haus adalah contoh interosepsi.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *